
PIK2 Sedayu Indo City adalah proyek mahakarya kolaborasi antara pengembang Agung Sedayu Group dan Salim Group dengan luas lebih dari 2.650 Ha. Terdiri dari area residensial, apartemen, komersial, rukan, perkantoran, dan dilengkapi dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, rekreasi, olahraga, dan sosial-keagamaan.
Tidak hanya itu, PIK2 direncanakan juga memiliki Pusat Keuangan Syariah Internasional dan Keuangan Internasional di lokasi ±23.5 hektar yang akan terbagi dalam 2 kawasan.
Bekerja sama dengan Matrix Concepts Holding Berhad (Malaysia) dan PT Fin Centerindo Dua, PIK2 telah menandatangani MoU untuk pusat keuangan syariah internasional dan keuangan internasional. Dengan dukungan pendanaan dari dalam dan luar negeri, proyek infrastruktur keuangan ini direncanakan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 10 tahun, dengan total 45 gedung bernilai ± Rp 70 Triliun (US$ 5 Milyar).
Tahap pertama pembangunan dari rangkaian infrastruktur keuangan internasional ini adalah Menara Syariah, yang pemacangan perdananya dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2019, dan diperkirakan memerlukan waktu 20 bulan masa pembangunan dengan nilai ±Rp 3.4 triliun. Menara Syariah akan menampung sekitar 5.000 orang pekerja sebagai tahap awal, dan keseluruhan proyek Pusat Keuangan Syariah akan menampung kurang lebih 20.000 pekerja.
Dengan dukungan semua stakeholder seperti : KNKS (Komite Nasional Keungan Syariah), MES (Masyarakat Ekonomi Syariah), IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia), dan lain-lain, maka impian menjadi pemain dunia dalam keuangan Syariah Internasional dapat menjadi keyataan dalam waktu dekat. Jakarta (Indonesia) akan masuk dalam peta Keuangan Syariah dunia selain Riyadh, Dubai, Bahrain, Doha, Teheran, Istanbul dan Kuala Lumpur.